Revitalisasi Pendidikan

 YANG KAYA MAKIN KAYA DAN YANG MISKIN MAKIN MISKIN


Masalah ekonomi Indonesia pada zaman sekarang ini tidak bisa kita pungkiri lagi. Tingkat ketidakseimbangan ekonomi sangat terlihat perbedaanya. Seperti yang kita lihat di kota kota besar, banyak berdiri gedung gedung mewah yang bersebrangan dengan rumah rumah masyarakat kecil yang tidak layak pakai. Ekonomi Indonesia pada zaman ini tidaklah berpihak pada kepentingan rakyat itu sendiri. Menurut Sandiaga Uno masalah ekonomi pada saat ini yang dihadapi Indonesia adalah kurangnya penyediaan lapangan kerja.

Mencari pekerjaan selama empat tahun terakhir ini sangatlah sulit. Fenomena ini berlangsung sampai saat ini seperti yang kita rasakan. Banyak lulusan lulusan s1 yang tidak mendapat pekerjaan. Pada saat pemerintahan presiden SBY, masalah ekonomi di Indonesia berkembang dengan pesat. Sementara presiden kita Jokowi Dodo menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7%. Tetapi sayangnya hal itu belum ter realisasikan sampai saat ini. Seperti contoh yang dapat kita lihat dari saat ini, pemerintah membuat peraturan hanya untuk mereka saja, dan membuat mereka semakin kaya dan membuat yang miskin semakin miskin. Contohnya penaikan harga listrik, jika harga listrik naik itu tidak berpengaruh untuk pemerintah tersebut, tetapi untuk orang yang tidak mampu sangatlah berpengaruh besar, seperti halnya dengan penaikan harga sembako.

Beberapa contoh dapat kita lihat dari kasus yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin ialah:

Pencuri ayam divonis lebih lama daripada seorang koruptor.

Pada saat ini, dapat kita lihat jika seseorang dari kalangan bawah yang melakukan suatu kesalahan, maka proses penyelesaian masalah tersebut akan dipersulit. Berbeda jika yang melakukan suatu masalah tersebut dari kalangan atas atau orang kaya maka masalah tersebut sekejap saja akan selesai. Contohnya dapat kita lihat dari seorang pencuri ayam yang divonis masuk penjara selama enam bulan. Tidak masuk akal karena dapat kita lihat perbandingannya satu ekor ayam berharga sekisar 50.000 per ekor, sementara itu koruptor yang mencuri uang lebih dari harga ayam tersebut tidak mendapatkan sangsi seperti pencuri ayam tersebut. Pencuri ayam tersebut mungkin mencuri karena ia merasa lapar atau tidak punya uang sementara koruptor mencuri karena gila akan kekayaan dunia saja.

Orang kaya terus menerus membuat bangunan megah, orang miskin terus menerus digusur.

Banyak kita lihat di kota kota besar, orang semakin berlomba lomba dalam membangun sebuah gedung, bangunan bangunan mewah atau perusahan. Dengan adanya bangunan tersebut mereka harus mempunyai lahan atau tempat untuk membuat bangunan itu. Disini yang menjadi korban adalah orang orang yang tidak mampu yang tinggal disekitaran bangunan tersebut, sehingga demi sebuah bangunan mewah orang orang miskin harus tergusur dari permukimannya.

Semua orang rela menyumbangkan uangnya untuk orang kaya

Kita dapat melihat kenyataan, saat kita berbelanja di pasar tradisional kita selalu menawar nawar supaya sampai kepada harga yang rendah. Tetapi pada saat kita berbelanja di mall atau makan di restaurant, kita memesan makanan yang seharga 50.000 rupiah, itu tidak menjadi masalah bagi kita dengan harga 50.000 rupiah dan justru kita merasa bangga. Nah dari situ sudah bisa kita lihat kita sudah menyumbangkan uang kita kepada orang kaya karena tidak ada pemilik restaurant yang miskin. 

Banyaknya nepotisme pada saat ini

Nepotisme adalah rahasia umum yang meraja lela.. keinginan orang miskin untuk merubah nasib harus dikalahkan karena ulah orang orang kaya yang dengan KKN( Korupsi, Kolusi, Nepotisme). Sebagai contoh, jika seorang pejabat mengangkat atau menaikkan jabatan seseorang saudara atau keluarganya, bukannya pejabat tersebut mengangkat seseorang yang memiliki kualitas atau kinerja yang baik melainkan karena seseorang tersebut merupakan saudara atau memliki hubungan keluarga dengannya. 


Kejahatan orang kaya mudah dilupakan dan kebaikan orang miskin tidak terlalu dipedulikan.

Bagi orang kaya, tidak perlu waktu lama untuk memulihkan nama baik mereka, cukup dengan waktu yang singkat saja. Itu dikarenakan orang kaya memiliki banyak uang, sehingga mereka berpikir uang lah yang mengatur semuanya. Berbeda orang miskin yang kejahatannya sulit dilupakan dan kebaikannya tidak terlalu dipedulikan. Seperti contoh ada ada yang berani mencalonkan diri sebagai calon kepala daerah setelah ia keluar dari penjara karena kasus korupsi. Jadi jika hal ini terus menerus di lakukan maka orang orang kaya tersebut akan meraja lela.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Zulkifli Hasan pernah menceritakan Indonesia saat ini tengah mengalami masalah kesejahteraan, yaitu ketidakseimbangan antara orang kelas menengah ke atas dengan orang kelas menengah ke bawah. Ia mengatakan kita harus demokrasi agar menghasilkan kesejahteraan, agar ketidakseimbangan antara orang kaya dan orang miskin tidak makin jauh. Dan kita harus berubah, serta memiliki etis kerja yang lebih baik dan lebih kuat lagi.

Tentang Penulis

Aisyah Purnama Sari Batubara  lahir pada tanggal 30 Maret 1999 di kota Padangsidimpuan, anak pertama dari pasangan Ilham Rezeki Batubara dan Yusri Nasution. Penulis bertempat tinggal di Palopat Pijorkoling, kontak yang dapat di hubungi 085372914118 dan alamat email aisyahpurnamasari03@gmail.com. Penulis menempuh pendidikan dimulai dari Min 2 Padangsidimpuan, MtsN 2 Padangsidimpuan, SMAN 3 Padangsidimpuan, dan sekarang penulis sedang menjalani pendidikan S1 Jurusan PGMI di IAIN Padangsidimpuan Semester VII (Tujuh).  

Komentar

Unknown mengatakan…
Sangat menginspirasi
Unknown mengatakan…
Sangat menginspirasi
Unknown mengatakan…
Sangat menginspirasi